Entah, apa yang ada di benak ku saat itu, tadinya sekedar ingin merefresh kepenatan yang tak berkesudahan tapi apa hendak di kata malah tersasar, perjalanan kali ini benar-benar menguras uang, fikiran bahkan tenaga. ketika hari telah malam rumah yang akan kita singgahi ternyata tak kunjung sampai dan tak terasa jam pun telah melewati pukul 12.00 malam hampir dini hari, seumur hidup ku belum pernah di tengah malam melewati perkampungan yang hanya terdiri dari 3/4 rumah dan rumah -rumah itu di selimuti oleh semak belukar dan sampah-sampah yang menggunung tinggi sekali, udara dingin yang mencekam bau-bau sampah seakan menyengat tubuh ketika sampah - sampah tak terlihat seperti biasa semak belukar tak terawat kami lewati kembali dengan jalan berbatu cukup terjal, tak ada mobil berlalu lalang di tempat itu sepi tak berpenghuni. beberapa kilometer kembali tumpukan sampah menggunung dan itu berulang kali entah berapa kilometer yang telah kami lewati, seperti dalam labirin yang tak menemukan...