Langsung ke konten utama

PULAU TERASING

Entah, apa yang ada di benak ku saat itu, tadinya sekedar ingin merefresh kepenatan yang tak berkesudahan tapi apa hendak di kata malah tersasar, perjalanan kali ini benar-benar menguras uang, fikiran bahkan tenaga.

ketika hari telah malam rumah yang akan kita singgahi ternyata tak kunjung sampai dan tak terasa jam pun telah melewati pukul 12.00 malam hampir dini hari, seumur hidup ku belum pernah di tengah malam melewati perkampungan yang hanya terdiri dari 3/4 rumah dan rumah -rumah itu di selimuti oleh semak belukar dan sampah-sampah yang menggunung tinggi sekali, udara dingin yang mencekam bau-bau sampah seakan menyengat tubuh ketika sampah - sampah tak terlihat seperti biasa semak belukar tak terawat kami lewati kembali dengan jalan berbatu cukup terjal, tak ada mobil berlalu lalang di tempat itu sepi tak berpenghuni. beberapa kilometer kembali tumpukan sampah menggunung dan itu berulang kali entah berapa kilometer yang telah kami lewati, seperti dalam labirin yang tak menemukan jalan pulang.

hati berkata jika saja mobil yang kami kendarai tak bisa menahan batu batu terjal yang sangat besar besar ini kami akan terperangkap di hutan belantara ini....tapi ternyata tidak Alhamdulilah desah ku dalam hati, tapi mobil yang mengantarkan ku ke penginapan belum saja menepi untuk sampai ke tempat peristirahatan malam ini, tak terasa pukul 02.00 dini hari kami sampai ke penginapan.

kami sedikit terkejut karena penginapan yang akan kami tinggali malam ini juga sama seperti perkampungan sebelumnya hanya ada sekitar 5/6 rumah dan di selimuti oleh hutan belantara.....mata kami semua saling berpandang, ternyata mengandalkan seorang guide dalam perjalanan kali ini membuat nafas panjang.......dalam hati coba q survey dulu lokasi nya seperti apa. tapi apa hendak di kata jika kami tak menginap di situ dimana lagi malam ini kami beristirahat.

Apa kah kau tau? kaki kaki kami menuju penginapan itu di selimuti oleh daun daun kering yang menggunung ...entah berapa lama ini daun daun kering tak ada yang menyapu atau menyingkirkan dari jalan beraspal ini, suara srekkk srekkkk gesekan antara kulit kaki dan daun daun menambah dingin nya malam itu.

sampai juga ke dalam rumah peristirahatan itu......mata kami tak bisa terlelap untuk tidur tapi ketika waktu hampir subuh, mungkin sekitar 5 -10 menit mata akhirnya terpejam.....dan kemudian terjaga kembali untuk menunaikan sholat subuh.

perjalanan rekreasi pun terlintas dalam benak hati kita, kita pun bergegas untuk berangkat ke tempat tujuan. tepatnya jam 7 pagi kita semua telah meninggalkan rumah peristirahatan yang mengerikan itu.

semua tidak ada yang tertinggal, kita semua akhirnya sampai ke tempat yang di tunjukan oleh guide bahwa kita harus menaiki sebuah perahu kecil untuk sampai ke tempat yang di tuju....untuk menaiki sebuah perahu kita semua harus menuruni lembah yang licin, wah begitu berat juga tantangan ini decak ku....apalagi hujan dan kabut menyelimuti di pagi ini menambah licinnya lembah yang dipenuhi tanah dan lumpur basah.

sesampainnya di bawah kami semua pun menaiki perahu tersebut, perahu yang entah tak ku tahu akan menepi di mana....sepanjang perjalanan banyak sekali pulau tak berpenghuni,,, dalam hati semoga saja kita tidak akan diam merapat di pulau terasing yang tak berpenghuni, mungkin sudah puluhan pulau yang telah kita lewati, tak kusangka akhirnya perahu merapat ke sebuah pulau yang menurutku juga sama seperti pulau pulau sebelumnya

menepi lah kami di sebuah pulau itu, sama seperti biasa mata kami saling berpandangan ada apa di pulau seperti ini.....tapi ternyata teriakan guide di perahu sontak membuat kita kaget, ayo cepat naik ke pulau ini....dengan suaranya yang lantang.

akhirnya kami pun turun dari perahu dan mendaki pulau itu, tanah yang kami injak itu benar benar tanah basah dan berlumpur kami saling berpegangan takut terjatuh karena licin.dengan bersusah payah akhirnya kami sampai di atas pulau tersebut. tanpa di duga ketika kami sampai ke atas, Guide dari bawah perahu berkata dengan nada yang tinggi jangan kemana mana ya.....nanti kami kembali membawa makanan seru sang guide.

sang guide dan perahu kecil meninggalkan kami semua di pulau terasing tersebut. kami pun jujur sangat bingung ada apa di pulau itu.......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertama , membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Kedua , mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta. Ketiga , terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya. Keempat , lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan. Kelima , merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Bara...

LIKA LIKU HIDUP

Di sebuah kota besar yang tepatnya di Daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. ada Seorang anak yang bernama Dana, ia seorang anak yang malas tak pernah sekalipun membantu kedua orang tua nya, padahal orang tuanya merupakan orang yang miskin sekali.   Setiap kedua orang tua nya meminta bantuan, ia berkata sangat sibuk dengan pekerjaan nya yaitu bermain Game, Game merupakan hobi nya, setiap hari ia selalu berada di depan layar laptop, yang ia pinjam dari temannya, ia selalu berkata bahwa hobinya itu akan mendatangkan keuntungan uang yang sangat banyak. Game online yang selalu ia mainkan adalah Ragnarok, permainan itu selalu mengharuskan pemainnya untuk membeli voucer sejumlah uang ada yang Rp.50.000 sampai Rp.100.000, setiap hari Dana selalu merengek kepada orang tuanya untuk di belikan voucer –voucer tersebut, Ayah nya selalu menasehati gimana mau membelikan voucer Dana untuk makan sesuap nasi saja susah. Tapi ia bersikeras untuk menjadi buruh panggul untuk bisa memb...

Marhaban Yaa Ramadhan

Tak terasa guliran waktu terus berlalu dengan cepatnya, ku terseok-seok mengikuti waktu yang terus memburuku. Tepatnya hari ini 1 Ramadhan tempat dimana semua orang muslim menjalankan puasa sebanyak 1 bulan lamanya. Disudut desa tinggallah sesosok nenek dan kakek yang setiap pagi selalu menjual sayur sayuran dari kebunnya. Nenek dan kakek yang renta itu tak bisa mengubah jalan hidupnya yang harus berjualan di penghujung usianya. Ternyata anak-anak yang selama ini mereka besarkan telah berkeluarga, sehingga mereka pun sibuk dengan urusan keluarga mereka masing-masing apalagi dilihat dari sisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk memberi kepada orang tua. Tetapi kakek dan nenek itu tidak pernah mengeluh dalam menjalani kehidupannya. Mereka tetap menjalankan kewajiban sebagai muslim untuk tetap berpuasa.             Seperti biasanya pagi hari tepatnya pukul 4 pagi mereka berdua telah bangun menyiapkan sayur yang akan dijual, samb...